Apakah Anda Mau & Serius Mendapatkan Pasive Income ? •*~Saatnya Anda Meraih Income Lebih Banyak~*•. ..:: Disini Telah Kami Siapkan Sumber Income Untuk Anda!! ::..

Tahukah Anda : Cara Termudah & Halal untuk Menghasilkan Uang Tercepat dan Termudah?... Bersiaplah & Bergabunglah Sekarang juga ! Bersama kami, untuk Meraih Impian dan Cita-cita Anda...





Integrasikan Promosi Bisnis Anda dalam 1 Media dan Berjalan Otomatis ! GRATIS!


Clik Here & Isi Buku Tamu

. .Oke, GBU & Sukses Selalu bersama Anda

Solusi Income FREE dari Klik-klik berikut ini

2.1.08

PENGHASILAN : =>Tidak Pernah Cukup =>Mengapa =>Solusi

Penghasilan Tidak Pernah Cukup

"Aduh..gaji cuma numpang lewat aja nih !" kalimat ini sepertinya tidak asing bahkan mungkin sering kita dengar atau kita ucapkan, bukan ?

Anda atau rekan yang lain mungkin secara tidak sadar pernah mengucapkannya atau paling tidak pernah terlintas dipikiran atau mendengar teman-teman kita mengucapkan kalimat ini. Anehnya kalimat ini seringkali terucap pada saat belum lama orang gajian.

Orang sering mengeluh karena penghasilannya dirasa terlalu kecil sehingga tidak memiliki cukup uang untuk beli ini dan itu. Biasanya kalau sudah begitu orang menuding kenaikan harga-harga yang menjadi penyebab gaji tak pernah cukup. Mulai dari harga sembako sampai harga barang-barang kebutuhan lainnya seperti susu, pasta gigi, sabun, pakaian, sepatu, kosmetik, dan lain-lain terus bergerak naik. Belum lagi kenaikan tarif telpon, listrik, air, biaya transportasi, yang membuat pengeluaran semakin membengkak.

Biaya pendidikan anak-anak berikut buku-buku pelajaran sekolahnya juga rajin sekali naik tiap tahunnya. Masalahnya, belum tentu kenaikan harga-harga ini selalu diimbangi dengan kenaikan penghasilan kita, bahkan tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya.

Namun kenaikan harga-harga bukanlah satu-satunya penyebab gaji yang tidak pernah cukup. Sebab ada juga orang yang merasa penghasilannya tidak pernah cukup, tidak perduli sudah berapa kali kenaikan gaji yang diterimanya. Mungkin Anda sendiri pernah mengalaminya, dimana pernah menarik ratusan ribu atau jutaan rupiah dari ATM kemudian menyimpannya di dompet dan tiba-tiba menyadari tidak berapa lama setelahnya uang Anda di dompet sudah hampir habis ? Anda mungkin tidak ingat lagi untuk apa saja uang itu dibelanjakan.

Jika Anda berusaha mengingatnya, yah....kemungkinan besar paling-paling habis untuk beli majalah, koran, secangkir capucino, beli makanan kecil, atau rokok. Belanjaan yang kecil-kecil seperti ini tanpa disadari kalau kita kumpulkan ternyata jumlahnya besar juga. Padahal jika kita mengeluarkan uang setiap hari untuk belanjaan kecil, maka kalikan saja dengan jumlah hari dalam setahun.

Saya yakin Anda akan terpukau melihat berapa besarnya jumlah yang Anda belanjakan untuk belanjaan kecil. Itu baru belanjaan kecil, belum lagi biaya berlangganan TV kabel, baju-baju yang Anda beli saat diskon tapi belum sempat dipakai, iuran keanggotaan fitness, dan lain-lain. Rasanya semakin hari semakin sulit membedakan keinginan dan kebutuhan disebabkan tuntutan gaya hidup yang sulit dipuaskan.

Mengapa antara penghasilan dan pengeluaran kita seringkali seperti berlomba - lomba mengalahkan siapa yang paling besar ? Padahal rasanya kita tidak pernah belanja berlebihan atau sengaja menghambur-hamburkan uang. Biasanya yang terjadi adalah saat penghasilan kita bertambah maka kita terdorong untuk berbelanja lebih banyak lagi.

Akibatnya sama saja, berapapun kenaikan penghasilan kita selalu saja tidak pernah cukup.
Nah... apa yang harus kita lakukan agar seberapapun penghasilan yang kita miliki bisa mencukupi kebutuhan kita dan bisa membantu kita mencapai tujuan keuangan lainnya?


Kenali Penyebab - Mengapa Penghasilan Tidak Pernah Cukup

Mari kita analisa dulu apa saja penyebabnya yang membuat penghasilan kita serasa tidak pernah cukup.

Kenaikan harga barang dan jasa atau inflasi.

Setiap tahun harga barang dan jasa-jasa mengalami kenaikan secara alamiah, yang bisa kita kenal dengan inflasi. Akibatnya dengan jumlah uang yang sama kita tidak lagi bisa mendapatkan atau membeli barang dan jasa sebanyak sebelumnya, sebab nilai uang jadi menurun. Masalahnya jika penghasilan kita tetap atau jika kenaikan penghasilan kita tidak sebesar kenaikan harga barang dan jasa, sudah pasti penghasilan kita tidak cukup. Apalagi jika sudah didera inflasi ditambah lagi kebutuhan kita terhadap barang dan jasa terus meningkat namun penghasilan kita tidak bertambah, bisa-bisa kita mengalami penurunan kesejahteraan hidup.


Temukan Solusinya

Setelah mengenal berbagai penyebab tidak cukupnya penghasilan kita, maka saatnyalah kita mencari obat penyembuhnya. Beberapa jurus ampuh berikut ini bisa di praktekkan untuk mengatasi penghasilan yang tidak pernah cukup, dan lebih dari itu bisa juga membantu kita mengembangkan dan menambah harta kekayaan.

1. Mulailah Kebiasaan Berinvestasi

Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengalahkan inflasi, karena inflasi terjadi secara alami dan di luar kemauan kita. Inflasi selain bisa membuat kita defisit, juga bisa menggerogoti harta kekayaan kita jika tidak membuatnya berkembang biak ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi dari asumsi tingkat bunga inflasi.

Karena itu milikilah anggaran untuk investasi agar hasil keuntungan hasil investasi bisa menambah penghasilan kita. Mulailah dengan menghidupkan kebiasaan menabung sebesar minimal 10% dari penghasilan kita dan terus ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan kenaikan penghasilan kita dan biasakanlah membayar tabungan kita dahulu sebelum membayar keperluan lainnya. .....Coba yang ini...Investasi Kesehatan & Kesejahteraan Keluarga Indonesia

2. Mulailah Mencari Income Tambahan

Akhir-akhir ini ada banya penawaran-penawaran usaha sampingan untuk memperolah income tambahan tanpa harus meninggalkan aktivitas pokok kita sehari-hari. Ada banyak cara untuk meningkatkan penghasilan, apakah dengan bekerja paroh waktu ditempat lain, atau membuka usaha rumah tangga ditempat tinggal Anda, ada yang dengan mengerjakan sesuatu diwaktu luang untuk tambahan income, ..... Klik Disini ......

3. Biasakan Untuk Membuat Anggaran Belanja Bulanan.

Tidak peduli berapapun penghasilan kita baik besar maupun kecil, memiliki anggaran belanja bulanan sangat penting karena akan membuat pengeluaran kita lebih terkendali. Kuncinya adalah membuat anggaran pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, dan biasakan berbelanja hanya sebesar jumlah yang sudah dianggarkan saja. Dengan mematuhi anggaran yang kita buat sendiri, kita tetap bisa berbelanja tanpa mengalami defisit. Dengan anggaran juga kita bisa memilah mana pos pengeluaran wajib dan mana yang tidak wajib. Tidak perlu menghilangkan pengeluaran tidak wajib jika tidak mau, namun karena tidak wajib kita bisa lebih leluasa untuk menguranginya. Karena itu belajarlah untuk membedakan mana pengeluran yang wajib, mana yang tidak wajib, mana keinginan dan mana kebutuhan. ...Bergabung di sini..."Cara Cerdas Mengubah Anggaran Belanja Bulanan Anda Menjadi Sumber Income"...

4. Batasi Cicilan Hutang Bulanan

Kewajiban cicilan hutang bulanan seperti cicilan rumah, cicilan mobil, cicilan barang kreditan, dan cicilan hutang kartu kredit, jika di total semuanya sebaiknya tidak melebihi 30 % dari penghasilan bulanan. Dengan demikian 70% sisanya dari penghasilan kita dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya dan juga investasi.

Semakin kecil porsi hutang kita ( kurang dari 30% ), maka akan semakin besar sisa penghasilan bulanan yang menganggur yang bisa dimasukkan ke investasi, sehingga akan semakin baik pula kondisi keuangan kita.

Karena itu milikilah anggaran untuk investasi agar hasil keuntungan hasil investasi bisa menambah penghasilan kita. Mulailah dengan menghidupkan kebiasaan menabung sebesar minimal 10% dari penghasilan kita dan terus ditingkatkan jumlahnya sejalan dengan kenaikan penghasilan kita dan biasakanlah membayar tabungan kita dahulu sebelum membayar keperluan lainnya.

5. Miliki Dana Cadangan

Untuk mengatasi pengeluaran yang tidak terduga dan tidak terencana, sebaiknya memang tidak mengambil dari gaji rutin Anda. Sebab gaji rutin memang diperuntukkan untuk pengeluaran yang rutin juga. Sedangkan untuk pengeluaran rutin, sebaiknya diambil dari Dana Cadangan. Dana cadangan ini bisa berbentuk sejumlah uang yang Anda simpan direkening di bank, sehingga Anda bisa mengambilnya dengan cepat saat terjadi keperluan mendadak. Bentuklah dana cadangan minimal tiga kali pengeluaran Anda perbulan.

Namun jika penghasilan kita tidak rutin atau penghasilan kita belum stabil maka sebaiknya dana cadangan yang dibentuk lebih besar lagi, misalnya 6 kali pengeluaran keluarga per bulan. Jika saat ini Anda sudah memiliki sejumlah dana tertentu sesuai dengan kebutuhan jumlah minimal Dana Cadangan maka pisahkan dana ini ke dalam sebuah rekening tersendiri. Jika Anda sama sekali tidak mempunyai simpanan uang tunai, maka segeralah berusaha menyisihkan minimal 10% secara rutin setiap bulannya dari gaji Anda.

Jika sudah tercapai sejumlah Dana Cadangan yang ditargetkan, maka Anda bisa berhenti membentuk Dana Cadangan, dan kegiatan setoran rutin tabungan tadi bisa dialihkan ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi. Jika sewaktu-waktu Dana Cadangan terpakai, maka segeralah isi kembali, sampai sejumlah target Dana Cadangan nya tercapai.

OK, selamat berjuang !!

Salam Sukses.

0 komentar:

Anda bisa memperoleh bonus detik demi detik di bisnis pulsa dengan sistem viral marketing ini

Kunci KEMAJUAN adalah MELANGKAH
Mengurangi masalah adalah BERTINDAK
Meraih TUJUAN adalah MELAKUKAN
INFORMASI PELUANG USAHA
Tanpa Kios, Tanpa Jualan, Hanya Secara SAMPINGAN Anda Bisa Hasilkan Uang Ekstra! . utaan Rupiah Tiap Bulan + Bonus Reward (HP Nokia, Computer + Printer, Motor Honda, ONH / Tour Luar Negeri, Pensiun + PIN Emas, Toyota Avanza s/d Mercedes-Benz) + Hadiah undian!
Temukan RAHASIA meraih INCOME MELIMPAH... dari internet! - Dengan metode yang sederhana - modal kecil - bekerja 2 jam sehari - bisnis berjalan secara otomatis!
Bisnis yang menyenangkan, Penghasilan bisa jauh lebih besar dari gaji anda saat ini!
LUAR BIASA !!!...
Isi Pulsa Dapat DUIT !!!
Tanpa Jualan! Terdaftar, Terbesar, Tercanggih, nomor 1 di Indonesia